Rabu, 27 Maret 2013

HAMA TANAMAN DURIAN

HAMA PENTING TANAMAN DURIAN (King Of Fruit)

Penanaman durian skala komersial yang dikelola secara intensif pengendalian hama tanaman merupakan faktor yang sangat penting. Serangan hama terhadap tanaman durian dapat menyebabkan kerugian karena dapat menurunkan produksi dan kualitas buah serta menghancurkan tanaman sendiri. Menanggulangi hama cara yang bisa dilakukan adalah mencegah masuknya hama ke areal kebun dengan cara karantina bibit, memusnahkan tanaman inang dan melakukan sanitasi kebun. Beberapa hama penting yang menyerang tanaman durian adalah :

1. Penggerek Batang, Batocera nominator, Xyleutes leuconotus dan Zauzera coffeae dengan cara membuat lubang pada batang, dahan atau ranting tanaman durian. Serangan penggerek batang ini ditandai dengan adanya lubang yang disertai dengan kotoran dan cairan berwarna merah dari bekas kayu yang dimakan oleh penggerek tersebut. Akibat serangan ini tanaman menjadi layu, daun-daun menjdi kering dan rontok, akhirnya tanamanpun mengalami kematian. Pengemdalian terhadap penggerek batang antara lain dengan cara sebagai berikut : menjaga sanitasi kebun dengan cara menyingkirkan rumput-rumputan, gulma, tanaman inang dan daun-daun tanaman yang sudah rontok; menutup bekas lubang penggerek dengan kapas yang sudah diberi insektisida sistemik; memotong dan memusnahkan batang, dahan atau ranting yang sudah parah terkena serangan penggerek; menginjeksi tanaman menggunakan insektisida sistemik melalui akar atau dahan dengan dosis sesuai dengan yang tertera di kemasan.

2. Penggerek buah, Tirathaba ruptilinea, Hypoperigea leprosticta dan Dacus dorsalis menyebabkan buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Buah durian yang terkena serangan umumnya tidak bisa dimakan dan kerugian disebabkan penggerek buah dapat menghilangkan hasil sampai 50%. Tirathaba ruptilinea merupakan ngengat dengan sayap bagian depan berwarna hijau dan sayap bagian belakang berwarna merah atau jingga. Larvanya yang berwarna kehitaman merusak buah dengan cara melubangi kulit durian sampai daging dan bijinya dan tinggal di dalam buah sampai menjadi kepompong. Hypoperigea leprosticta berupa ngengat berwarna coklat dengan tanda bercak putih pada sayapnya. Larvanya berwarna merah ungu dengan panjang 3,5 cm menyerang buah durian dengan melubangi buah durian mencari makan yang mengakibatkan buah busuk dan rontok. Dacus dorsalis berupa lalat berwarna coklat kekuningan dengan garis kuning membujur pada punggungnya. Hama ini menyerang buah durian dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam kulit buah. Telur berubah menjadi larva yang menggerogoti buah sehingga menyebabkan kebusukan dan kerontokan. Pengendalian penggerek-penggerek buah ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sistemik sejak buah berumur 1 minggu dengan dosis dan interval mengikuti petunjuk di kemasan. Cara lain dengan menggunakan perangkap yang berbahan aktif methyl eugenol seperti M-Antraktan dengan dosis sesuai yang tertera di kemasan.

3. Kutu Loncat (Allocaridara malayensis), umumnya menyerang daun yang masih muda dengan cara mengisap cairannya. Gejala yang ditimbulkan secara langsung adalah daun menampakkan bintik-bintik berwarna kecoklatan, menjadi keriting, berlubang dan berukuran kerdil. Hama berukuiran kecil, berwarna coklat diselimuti benang-benang lilin berwarna putih sebagai hasil sekresinya dan merupakan serangga jenis Psyllideae. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang beredar di pasaran seperti Curacron, Decis, Dursban dan Matador dengan konsentrasi 0,2%.

4. Kutu Putih (Pseudococcus sp),berbentuk bulat, berwarna kehijauan dan tubuhnya diselimuti lapisan lilin agak putih. Menyerang dengan cara mengisap daun dan membawa penyakit embun jelaga. Kotorannya yang manis mengundang semut sehingga penyebarannya mengikuti penyebaran semut. Akibat serangan kutu putih daun menjadi keriting dan merana, bunga atau buah mengalami kerontokan. Pengendalian kutu putih dengan memberantasnya sekaligusbdengan memberantas embun jelaga, dilakukan dengan menggunakan insektisida dan akarisida dengan dosis sesuai dengan yang tertera di kemasan.

5. Rayap, keberadaan dapat langsung terlihat dengan adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di pohon. Selain menyerang batang, rayap juga menyerang akar tanaman durian dan serangannya dapat menyebabkan kematian. Cara menanggulangi serangan rayap dapat dilakukan dengan sanitasi kebun kebun terutama terhadap kayu-kayu bekas tebangan. Selain itu insektisida berbahan aktif karbofuran ditaburkan di lubang tanam sebelum penanaman dilakukan.

6. Ulat Daun, yang sering menyerang tanaman durian adalah dari jenis Papilio angamemmon (L.) yang berwarna hijau dengan punggung depan memiliki bulatan. Selain itu ada ulat daun Setora nitens atau ulat serit dan Lymatria dispar atau ulat bulu yangbberwarna coklat kehitaman yang memiliki segmen-segmen dan ditumbuhi bulu. Ketiga ulat tersebut menyerang daun tanaman dengan cara memakan daun sehingga berlubang atau rusak yang dapat mengganggu fotosintesis yang berlangsung di daun. Cara penanggulangannya dengan cara menyemprotkan insektisida kontak atau perut seperti Curacron, Matador dan Decis sesuai dengan dosis yang tertera dikemasan. (siti hafsah husas, PP Madya, sumber : Sukses Bertanam Durian, Bernard T. Wahyu Wiryanta, agromedia pustaka, 2008)

 

0 komentar:

Posting Komentar